CHIuXiD


HCI mencakup segala aspek multidisiplin dari interaksi pengguna atau konsumen dengan layanan dan produk teknologi digital, termasuk User Experience (UX) atau Customer Experience (CX). Bidang yang terkait, antara lain: psikologi, pendidikan, sains, teknologi, desain, manajemen, ekonomi, komunikasi, sosial dan budaya.

Sekitar 15 tahun yang lalu ketika Pak Adi dan saya memulai bisnis dan penelitian di bidang HCI/UX/CX di Indonesia, kami merasakan betapa beratnya memperkenalkan sebuah konsep baru yang masih dianggap cukup asing bagi kebanyakan penyedia layanan, pengembang dan pengguna teknologi di negeri tercinta ini. Konsepnya sendiri sudah mulai diperkenalkan sejak awal tahun 1990-an di akademia. Seiring dengan perkembangan teknologi dan media sosial di Indonesia, konsep HCI/UX/CX ini menjadi semakin populer. Beberapa tahun terakhir, saya mengamati bahwa titel UX Designer dan lowongan pekerjaan yang bersangkutan sudah mulai menjamur di banyak perusahaan media digital dan teknologi di Indonesia.

Sebagai bagian dari pasar global yang berkembang, Indonesia mulai banyak dilirik oleh dunia luar. Banyak perusahaan dan organisasi asing yang mulai menganggap serius pasar Indonesia sebagai target pasar utama untuk produk dan layanan teknologi yang mereka tawarkan. Banyak kantor cabang perusahaan internasional dibuka, termasuk penelitian untuk menguji produk dan layanan di Indonesia.

Dengan menjamurnya perusahaan dalam negeri dan asing di bidang UX dengan semangat teknopreneurnya, pasar Indonesia menjadi semakin menarik dan beranekaragam.  Sayangnya, pada pelaksanaan dan interpretasi di lapangan, konsep HCI/UX/CX ini masih sering rancu dengan banyak hal, misalnya: bidang UX sering dianggap sama dengan design UI (User Interface). Akademisi juga sudah mulai melakukan banyak penelitian dan pelatihan di bidang HCI/UX/CX ini, namun hal ini masih sering dianggap sebagai tambahan saja dan sinergi dengan industri masih perlu ditingkatkan.

Pada tahun 2011, ACM SIGCHI – sebuah organisasi pendidikan dan ilmiah komputasi pertama dan terbesar di dunia yang berasal dari Amerika Serikat mengadakan Workshop Interaksi Manusia dan Komputer Asia yang pertama di Beijing, China. Di dalam workshop, saya mewakili Pak Adi sebagai delegasi Indonesia ikut menggagas ide pendirian chapter ACM SIGCHI di negara-negara Asia, termasuk Indonesia, dengan tujuan mengembangkan bidang HCI/UX/CX di Asia dalam bidang akademik maupun industri.

Sebagai kelanjutan inisiatif ini, pada bulan April 2014 yang lalu, untuk pertama kalinya konferensi UX di Indonesia  (UX Indonesia-Malaysia 2014) dengan ACM SIGCHI sebagai salah satu pendukungnya diadakan di Jakarta. Lewat acara tersebut, para akademisi dan praktisi dari seluruh Indonesia dipertemukan dan disatukan. Gagasan pendirian chapter lokal ACM SIGCHI mulai disosialisasikan kepada para akademisi dan praktisi yang bergerak di bidang serupa.

Atas berkat Tuhan yang Maha Esa, ide chapter lokal di Indonesia tersebut akhirnya menjadi satu kenyataan. Pada tanggal 19 Mei 2014, Indonesia ACM SIGCHI Chapter atau yang dikenal dengan nama panggilan CHI UX Indonesia untuk pertama kalinya dilahirkan di negeri kita tercinta. Para akademisi dan praktisi di bidang HCI/UX bergandeng tangan untuk pengadaan, pengembangan, kerjasama dan konstruksi ilmu pengetahuan dan penerapan terbaik dalam bidang interaksi antara manusia dengan teknologi digital atau teknologi berbasis komputer (HCI). Sebagai komunitas yang inklusif, kami mengundang seluruh praktisi, akademisi dan pelajar di seluruh Indonesia untuk bersama-sama memajukan HCI/UX di Indonesia.

Salam CHI UX Indonesia!!!

 

Eunice Sari

eunice sari

Chair of Indonesia ACM SIGCHI Chapter