Workshop Rasch Model 2015 1


Workshop Rasch Model 2015 ini adalah hasil kerjasama Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia dan Indonesia ACM SIGCHI Chapter Cabang Depok, 23-24 Februari 2015

Penulis: Bambang Sumintono, PhD

Sebelumnya Pak Harry B. Santoso, dosen Fakultas Ilmu Komputer UI sekaligus regional representative Indonesia ACM SIGCHI Chapter di Depok, pada tahun 2014 telah merencanakan pelatihan Rasch Model, namun karena satu dan lain hal akhirnya bisa terlaksana pada akhir Februari 2015. Pelatihan diadakan selama dua hari dan pihak Pusat Ilmu Komputer, Universitas Indonesia, Depok sebagai penyelenggara yang didukung oleh Indonesia ACM SIGCHI Chapter. Bertindak sebagai pemateri atau instruktur dalam pelatihan ini ialah Bapak Bambang Sumintono, PhD, seorang faculty member di Institute of Educational Leadership, University of Malaya. Terdapat sekitar 30 peserta yang hadir dengan latar belakang yang beragam: mahasiswa S3 Ilmu Pendidikan, dosen Psikologi, praktisi Psikologi, dosen matematika, dosen Statistik, dosen Ilmu Komputer, dan dosen Ilmu Kesehatan. Domisili peserta pun cukup beragam, mayoritas memang dari seputar Jakarta, dari berbagai universitas negeri dan swasta, namun ada juga yang dari Bandung dan malah ada peserta dari Makassar, Sulawesi Selatan. Yang menarik, ini menjadi kopi-darat pada beberapa orang yang sebelumnya hanya kontak melalui email dan Facebook. Bertemu langsung tentu menjadi bonus yang tidak terkira dengan diskusi tatap muka.

Workshop Rasch Model 4.

Workshop Rasch Model Peserta.

Tentu menjadi pertanyaan menarik, mengapa Ilmu Komputer mau berlelah-lelah mengadakan pelatihan ini. Biasanya produk dari Ilmu Komputer adalah menghasilkan software yang bisa digunakan untuk tugas tertentu, katakanlah software pembelajaran. Namun menghasilkan produk saja bukanlah ujung dari proses penelitian, yang perlu diketahui juga adalah bagaimana tanggapan pengguna terhadap produk tersebut. Maka untuk hal itu digunakan instrumen riset untuk penilaian kualitas produk, apakah navigasinya mudah, interaksinya menarik, secara konten mudah dipahami, dll. Dimana responden memberikan jawaban dari daftar pernyataan/pertanyaan yang sudah disiapkan dalam instrument tersebut (close-ended questionnaire). Dari berbagai pertanyaan ini maka yang didapatkan tidak lain adalah ordinal data juga. Dengan demikian pengolahan data dengan Rasch Model adalah cara yang tepat untuk melakukan penilaian tentang kualitas produk yang dihasilkan (software tadi).

Workshop Rasch Model 1.

Aktifitas di Workshop Rasch Model.

Dengan beragam latar belakang peserta dan kepakarannya, pelatihan dua hari di Fakultas Ilmu Komputer UI ini memang menyedot energi yang lumayan. Banyak peserta sudah hapal kelemahan CTT, namun belum begitu yakin bahwa Rasch Model adalah jawaban yang dicari. Ada peserta lain juga mempertanyakan definisi skala dalam termometer, yang tentu perlu memberikan jawaban apa yang terjadi sesungguhnya dengan air raksa dalam tabung termometer, di mana saat yang sama didebat lagi bagaimana dengan termometer digital? Peserta lain tidak sabar untuk mengetahui bagaimana deteksi adanya distractor dalam satu tes kognitif, yang memang perlu penjelasan khusus karena melibatkan coding dengan software yang digunakan dalam pelatihan yaitu Winsteps. Yang unik ada juga peserta lain yang bisa memberikan alternatif jawaban lebih mengena dibanding saya yang memberikan materi pelatihan. Ada satu peserta lain juga datang ke depan dan memberikan nasehat bahwa lebih baik cara saya menjelaskan tidak terlalu cepat, menurutnya dia bisa paham apa yang dijelaskan karena sudah tamat membaca buku Rasch Model, sedangkan yang lain mungkin baru tahu saat itu.

Acara berlangsung sukses. Hal ini dapat terlihat dari antusiasme seluruh peserta. Pelatihan selama dua hari diakhiri dengan penutup oleh Bapak Harry B. Santoso dan pemberian sertifikat kepada peserta yang diserahkan secara khusus oleh Bapak Bambang Sumintono.


Leave a comment

One thought on “Workshop Rasch Model 2015